Wednesday, January 1, 2014

Duapuluh Tahun Gigikucing

Posted by Gigikucing at 3:31 PM
Apakabar usia? Yang ianya setiap hari semakin berkurang. Tergerus si detik-detik waktu yang terus bergulir. Menapaki, melangkah, dan mungkin seperti berlari. Terus berpacu dengan arah jarum jam. Duapuluh.
Bukan angka yang sedikit. Angka belasan tahun telah terjejaki kini. Jatah usiaku genap berkurang.

Duapuluh di dua januari. Tepat duapuluh tahun lalu mamah berjuang meregang nyawanya untuk sebuah nyawa yang selama Sembilan bulan telah dikandungnya. Hingganya tepat beberapa menit setelah adzan subuh berkumandang terlahirlah seorang bayi perempuan. Tangisannya buncahkan haru. Seorang anak yang telah terlahir dari rahim seorang mamah yang berusia duapuluh. Bayi itu kini telah bertumbuh. Jatah usianya yang semakin berkurang kini. Duapuluh.

Sudah melakukan apakah? Sudah bermanfaat untuk banyak orangkah? Sudah banyak membuat orangtua bahagia kah? Sudah memiliki bekal yang cukup untuk dibawa pulang ke alam kekal, akhirat sana kah? Sudahkah Allah Ridho dengan apa yang telah aku perbuat selama ini?Lalu apa yang sudah? Ya sudah berkurang jatah usianya… kini. Duapuluh.

Ya Allah..

Aku terbangun di tengah malam ini.. di hari yang telah berganti. Engkau  telah masukkan siang kedalam malam. Termenung dan terpekur aku disini. memikirkan. Apa yang selama duapuluh tahun ini ku perbuat? Seberapa banyak dosadosa yang tak terhitung itu telah ku jejaki? Sedang amalanku masih terbilang sedikit terjalani.

Sayup-sayup mataku memberat ingin tertidur lagi. badanku rebahkan kembali ke tempat tidur, mataku kembali aku tutup. Sambil memeluk boneka beruang putihku. Sebelum subuh aku terbangun lagi, mamah masuk ke kamarku seraya berkata

“Selamat ulang tahuun teteh”  kata mamah, kemudian mamah duduk di samping tempat tidurku.
Aku terbangun, memeluk mamah dengan mata yang masih setengah tertutup sambil berkata “Mah, teteh ayeuna duapuluh tahun” (mah sekarang teteh duapuluh tahun)

“Berarti umur teteh ngurangan satahun” jawab mamah (artinya umur teteh berkurang satu tahun)

Aku melihat ke arah meja belajar, ternyata dibalik bingkai foto kucing ada sebuah kotak bertuliskan “Happy  B-day” di dalamnya ada fotoku. Kotak tersebut buatan adikku. Aaa makasih.. adikku sungguh aku terharu..

Entah haru apa lagi yang akan terjadi hari ini. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya aku mengajak teman-temanku datang ke rumahku.. namun kini tidak ku undang siapapun, karna yaa masalah keungan kurasa. Belum ada rezeki berlebih untuk masak-masak masakan atau bahkan sebuah kue bolu. Karena pada hakikatnya berkurang umur itu tidak mesti dirayakan besar-besaran. Pun di facebook aku sengaja tidak mencantumkan hari lahirku, karena biasanya suka banyak yang mengucapkan selamat untukku.


Karena bagiku berkurangnya umur adalah cambuk untukku, sabagai bahan refleksi serta bahan muhasabah diri. Bukan sekedar untuk di selamati. Tapi tetap patut disyukuri karena hingga detik-detik ini aku masih ada di dunia, sebagai tempat singgah yang sementara. Allah masih memberiku kesempatan untuk ku senantiasa berubah, berhijrah dan berjuang di jalan-Nya untuk senantiasa mendapatkan Ridho-Nya.

0 comments:

Post a Comment

 

Coretan Gigi Kucing Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea