Apakabar
usia? Yang ianya setiap hari semakin berkurang. Tergerus si detik-detik waktu
yang terus bergulir. Menapaki, melangkah, dan mungkin seperti berlari. Terus
berpacu dengan arah jarum jam. Duapuluh.
Bukan angka yang sedikit. Angka
belasan tahun telah terjejaki kini. Jatah usiaku genap berkurang.
Duapuluh di
dua januari. Tepat duapuluh tahun lalu mamah berjuang meregang nyawanya untuk
sebuah nyawa yang selama Sembilan bulan telah dikandungnya. Hingganya tepat
beberapa menit setelah adzan subuh berkumandang terlahirlah seorang bayi
perempuan. Tangisannya buncahkan haru. Seorang anak yang telah terlahir dari
rahim seorang mamah yang berusia duapuluh. Bayi itu kini telah bertumbuh. Jatah
usianya yang semakin berkurang kini. Duapuluh.
Sudah melakukan
apakah? Sudah bermanfaat untuk banyak orangkah? Sudah banyak membuat orangtua
bahagia kah? Sudah memiliki bekal yang cukup untuk dibawa pulang ke alam kekal,
akhirat sana kah? Sudahkah Allah Ridho dengan apa yang telah aku perbuat selama
ini?Lalu apa yang sudah? Ya sudah berkurang jatah usianya… kini. Duapuluh.
Ya Allah..
Aku
terbangun di tengah malam ini.. di hari yang telah berganti. Engkau telah masukkan siang kedalam malam. Termenung
dan terpekur aku disini. memikirkan. Apa yang selama duapuluh tahun ini ku
perbuat? Seberapa banyak dosadosa yang tak terhitung itu telah ku jejaki?
Sedang amalanku masih terbilang sedikit terjalani.
Sayup-sayup
mataku memberat ingin tertidur lagi. badanku rebahkan kembali ke tempat tidur,
mataku kembali aku tutup. Sambil memeluk boneka beruang putihku. Sebelum subuh
aku terbangun lagi, mamah masuk ke kamarku seraya berkata
“Selamat
ulang tahuun teteh” kata mamah, kemudian
mamah duduk di samping tempat tidurku.
Aku
terbangun, memeluk mamah dengan mata yang masih setengah tertutup sambil
berkata “Mah, teteh ayeuna duapuluh tahun” (mah sekarang teteh duapuluh tahun)
“Berarti
umur teteh ngurangan satahun” jawab mamah (artinya umur teteh berkurang satu
tahun)
Aku melihat
ke arah meja belajar, ternyata dibalik bingkai foto kucing ada sebuah kotak
bertuliskan “Happy B-day” di dalamnya ada fotoku. Kotak tersebut buatan adikku.
Aaa makasih.. adikku sungguh aku terharu..
Entah haru
apa lagi yang akan terjadi hari ini. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya aku
mengajak teman-temanku datang ke rumahku.. namun kini tidak ku undang siapapun, karna yaa
masalah keungan kurasa. Belum ada rezeki berlebih untuk masak-masak masakan
atau bahkan sebuah kue bolu. Karena pada hakikatnya berkurang umur itu tidak
mesti dirayakan besar-besaran. Pun di facebook aku sengaja tidak mencantumkan
hari lahirku, karena biasanya suka banyak yang mengucapkan selamat untukku.
Karena
bagiku berkurangnya umur adalah cambuk untukku, sabagai bahan refleksi serta
bahan muhasabah diri. Bukan sekedar untuk di selamati. Tapi tetap patut
disyukuri karena hingga detik-detik ini aku masih ada di dunia, sebagai tempat
singgah yang sementara. Allah masih memberiku kesempatan untuk ku senantiasa
berubah, berhijrah dan berjuang di jalan-Nya untuk senantiasa mendapatkan
Ridho-Nya.
0 comments:
Post a Comment