Jingga
membuncah pancarkan sinarnya hiasi sore hari ini, dua Januari. Merekah merah
keunguan berlapis biru kelabu. Sungguh lukisan tak terlukisakan kala waktu
senja hampir usai. Adzan magrib beberapa menit lalu telah berkumandang seantero
kota kembang ini. Memanggil
jiwa-jiwa yang tenang telah tersibukkan oleh segala
aktivitas yang melelahkan hari.
Apa kabar
aktivitasku hari ini? Apa kabar usiaku kini? Banyak hal yang telah terjadi hari
ini, bahkan sejak duapuluh tahun lalu, saat aku baru terlahir. Ya! Tepat hari
ini jatah usiaku berkurang. Bukan hari ini sebenarnya tiap hari, tiap jam, tiap
menit, bahkan tiap detik adalah masa-masa berkurangnya jatah usia. Kini genap
sudah duapuluh tahun.
Suara itu tak
asing lagi di telingaku. Sayup-sayup terdengar jelas. Ya! Itu suara ibuku.
Suara lembut itu membangunkanku dari lelap. Sebuah ucapan selamat atas
berkurangnya usiaku. Tangannya yang lembut. Penuh peluh setelah seharian
bekerja diatas sebuah mesin jahit tak urung menyisakan waktu untukku. Tuk
membuat sebuah cake bolu kukus coklat untukku. Aku sangat terima kasih dari
mamah.
Mataku
belum sepenuhnya terbuka. Sekilas menatap layar leptop tuk pastikan masihkah
menyala? Ya, seperti biasa aku selalu tertidur dengan keadaan leptop yang masih
menyala. Ternyata sudah mati leptopnya. Mataku menangkap sebuah kotak berwarna
biru, itu! Sebuah kotak bertuliskan “Happy B-day” di dalamnya ada fotoku.
Sebuah karya buah tangan adikku dari bahan-bahan yang ada. Aku terima kasih
dari kamu Dais.
Kamu,
sahabat ku. Datang ke rumahku. Bawakan suatu pengingat, ya Waktu. Bahwa tiap
detik usia ini tergerus waktu. Kini waktu itu lebih dekat lagi, lekat di tangan
kiriku. Sebuah jam tangan yang akan selalu mengingatkanku akan Waktu. Aku
terima kasih dari kamu, sahabatku. Jepo.
Kamu, juga
sahabat ku. Bawakan sebuah penutup auratku. Tahukah apa itu? Bukan bukan
jilbab. Sebuah kaos kaki. Kecil, namun bagiku sangat bermanfaat sekali untuk
menutupi auratku. Telapak kaki. Bukankah telapak kaki bagian dari aurat yang
harus dilindungi? Sebuah kaos kaki unik bagiku. Kaos kaki itu ada gambar kucingnya.
Aku terima kasih buat kamu dan.
Terimakasih
untuk hari ini, dua januari duaribu empatbelas. Genap usiaku duapuluh tahun.



0 comments:
Post a Comment