Pemimpin itu “Pelayan”! Pelayan bagi siapa? bagi orang-orang yang dipimpinnya..
Begitulah yang dapat saya simpulkan setelah ngobrol bareng kak Devi, kakak PAS semester 48. Mendengarkan cerita kak devi seakan sedang membaca handbook “Tips Be A Good Kadiv”.
Dalam sebuah organisasi pasti ada pemimpinnya, dan begitulah dalam organisasi Pembinaan Anak-anak Salman ITB ini tidak akan terlepas dari hal tersebut.
Mulai dari mana yah? Cerita PAS masa-masa kak devi saja yah. Jadi kak devi itu aktif di PAS selama 3 semester saja, walaupun begitu bagi kak devi sangat terasa ukhuwahnya, rukhiyahnya, dan ruhaninya di PAS. Saat itu Ketua Umum PAS adalah kak Rizqon dan Kak Rully. Bagi kak Devi, mereka adalah sosok pemimpin yang sangat peduli dengan semua kakak-kakak PAS.
Benar-benar sosok teladan sebagai seorang pemimpin. Misalnya saat kak devi menjadi panitia Penerimaan Adik (PPA) baru sebagai bendahara PPA, kak rully dan kakak-kakak pengutam lain sangat memberikan support kepada kak devi, sehingga pada pelaksanaannya kak devi penuh semangat.
Bahkan cara kak rully menegur kakak PAS sangat sopan dan membuat kakak PAS yang melakukan kesalahan berkenan atas teguran ketum itu. Selain itu, para pengutam sangat memberikan contoh dan teladan tanpa kesan “menggurui”. Sehingga pada akhirnya kak devi dapat membuat sebuah manual handbook dari pengalaman selama tiga semesternya di PAS. “Tips Be A Good Kadiv”.
Baiklah kita mulai bahas tentang manual handbook itu.
Hal pertama yang dibahas adalah, untuk apa datang ke PAS? sebagai pelarian? Tempat bersenang-senang? Tempat cari jodoh, lho? Atau apa lagi tujuan kakak-kakak datang ke PAS? mungkin akan ada banyak jawaban dari tiap-tiap kakak yang berbeda-beda. Kalau saya sendiri datang ke PAS adalah untuk belajar, belaja apa? Belajar SIAP! Siap itu ada kepanjangannya lho.. yaitu “Selalu Ingin Allah Puas”.
Lalu sebenarnya tujuan ke PAS itu apa? Baiklah mari kita luruskan dan samakan tujuan itu. “Datanglah ke PAS semata-mata untuk mencari Ridho Allah”, bukankah tujuan dibentuknya PAS ITB itu sendiri adalah “untuk membentuk generasi muslim yang diridhoi Allah yang mempunyai keseimbangan fikriyah, jasadiyah, dan ruhiyah, serta menjadi rahmat bagi seluruh alam.”
Soal bersenang-senang itu pasti menyusul, ketika kakak ikhlas menjalani kegiatan di PAS ketika kakak bersyukur atas hal-hal yang telah kakak lakukan, maka kesenangan yang luar biasa itu akan muncul dalam setiap jiwa kakak-kakak. Soal berapa lama munculnya itu tidak masalah yang penting kakak senantiasa ikhlas dan bersyukur.
Soal mencari jodoh? Tak usahlah risau akan hal ini di PAS, contohnya kak Milan, ia tak begitu dekat dengan kakak putra tapi pada akhirnya menikah dengan kakak PAS juga. Pacaran? Tentu di PAS tidak ada istilah yang namanya “Pacaran”, jangankan di PAS, dalam islam pun tak ada yang namanya pacaran kan?
Jika memang niat awal kita adalah mencari ridho Allah maka ketika Allah meridhoi niatan kita maka Allah akan memberikan semua hal yang tak kita sangka-sangka sebelumnya, jodoh misalnya.
Beranjak ke pembahasan selanjutnya, tentang penghargaan kepada setiap kakak. Pada dasarnya setiap orang memiliki hasrat untuk dihargai, diberikan penghargaan, dan apresiasi. Begitulah yang diterapkan di PAS. setiap ada kakak yang rajin mentoring, kakak pembina terbaik, kakak yang rajin rapat, yaa apapun-laah pasti dapat penghargaan.
Penghargaan itupun dapat berupa ucapan, misal saat rapat ada kakak yang tidak bisa hadir karena ada banyak urusan misalnya. Maka ucapkanlah doa untuk kakak yang tidak bisa hadir itu doakan semoga urusannya lancar dan dimudahkan. Ketika ada kakak yang datang terlambat rapat, doakan juga kak! Semoga perjalanannya dimudahkan dan cepat sampa tujuan.
Begitulah sedikit mengenai “penghargaan” yang kadang selalu luput dari keberjalanan rapat yang rutin dilakukan. Adapun hal yang mungkin sekarang kadang dilupakan saat rapat. Memberikan tausiyah sebelum rapat dimulai. Tausiyah dari pimpinan rapat atau mungkin dari anggota rapat.
Untuk apa sih tausiyah? Jadi kakak yang datang rapat itu tidak melulu menghasilkan program-program organisasi yang dibahas saat rapat, kakak pun mendaptkan dua hal sekaligus, untuk meningkatkan rukhiyah kakak. Maka setiap kakak bertambah pengetahuannya akan Islam. Sehingga rapat itu menjadi hal menyenangkan dan sangat bermanfaat untuk kakak-kakak.
Dalam rapat membahas tentang ayat al-quran? Tentu saja boleh, membahas hadist-hadist? Sangat dianjurkan. Begitulah yang dilakukan saat rapat masa-masa kak devi.
Selain itu adapun kelompok-kelompok kecil untuk pembinaan kakak, ya saat masanya kak devi itu sagat baanyaak pembinaan, terlepas dari pembinaan PKB. Pembinaan tidak melulu mengenai peningkatan rukhiyah kakak, tapi juga pembinaan untuk mentoring. Misal pembinaan club bocah kreatif mengadakan pelatihan merajut. Dan masih banyak lagi pembinaan lainnya.
Terkait masalah izin orangtua, tentu pendapat orangtua adalah yang paling didengarkan. Kakak-kakak pasti sudah tahu dalam Al-Quran tertulis janganlah kita mengatakan “Ah” pada orangtua, apalagi membentak orangtua. Pokoknya harus nurut sama orangtua yang telah melahirkan kita, yang telah membesarkan kita.
Misalnya kak devi, kenapa sih cuma aktif 3 semester di PAS? itu adalah permintaan orangtua kak devi sendiri. Ketika orangtua kak devi menyuruh kak devi berhenti di PAS, lakukanlah karena kak devi saat itu sibuk menyusun skripsi. Tentu orangtuanya ingin kak devi cepat lulus dan fokus terhadap kuliahnya.
Atau saya sendiri misalnya, orangtua tidak mengizinkan saya menginap di salman, kecuali memang sangat terdesak. Maka saya ikuti perintah orangtua. Karena memang kurang baik bagi anak perempuan menginap selalin di rumah sendiri. Terkecuali bagi kakak-kakak yang jauh dari rumahnya, yang mempunyai kostsan misalnya. Lha saya kan rumahnya masih di bandung.
Bagaimanapun keridhoan Allah terletak pada keridhoan orangtua maka jangan sekali-kali melawan terhadap orangtua. Maka taatlah pada orangtua.
Kurang lebihnya begitulah yang dapat saya ambil semoga dapat menjadi pelajaran bagi kakak-kakak. Tidak bermaksud menggurui, saya hanya sedikit berbagi hal yang saya dapatkan kemarin saat berbincang-bincang dengan kak devi. Terimakasih kak devi, terimakasih Allah telah mengenalkan saya dengan kak devi, ka devi yang pernah jadi kadiv media.
Bincang-bincang dengan kak devi, jumat 23/8 @warung jawa, tamansari

0 comments:
Post a Comment