| Ibnu dan Karina |
Ibnu memang bukan adik kelompokku, yang kutau ibnu dulunya adik kelompok kak intan. Tak heran jika ibnu nempeel bgt sama kak intan. Rumah ibnu di daerah cihanjuang atas. Untuk menuju kesana kakak-kakak PAS disewakan satu angkot. Sisanya kakak2 putra naik motor.
Aku sendiri
kebagian naik angkot bersama kak dn, kak ijo, kak rina, kak kypa, kak de, kak nay, kak neli, kak farah, kak yana, kak rani, kak fie, kak vian, dan kakakaka 57 yg belum ku hafal namanya. Saking penuhnya aku sampai tidak kebagian kursi! yaa akhirnya aku dan kak kypa duduk di lantai underground antara kursi dan ban mungkin.
kebagian naik angkot bersama kak dn, kak ijo, kak rina, kak kypa, kak de, kak nay, kak neli, kak farah, kak yana, kak rani, kak fie, kak vian, dan kakakaka 57 yg belum ku hafal namanya. Saking penuhnya aku sampai tidak kebagian kursi! yaa akhirnya aku dan kak kypa duduk di lantai underground antara kursi dan ban mungkin.
Jalanan berliku yang tak kunjung sampai dan akhirnya tibalah di rumah ibnu. Pemandangannya itu lho yang wawh sekalih, udaranya sejuk bak di lembanga, dan pokoknya hemmmm yaaahhh betah deh. Di depan rumah ibnu sudah terparkir banyaa motor. Oh pastinya kakak-kakak putra. Ada kak tezay, kak rizqi, kak upin, kak ifan, kak riza, kak hanaan, kak rifqi, kak jack, kak bayu, kak riki, kak deri, kak cakra, kak aufa, kak nurman, kak abel, kak deni, kak amat, kak rian, dan kakakaka yg aku lupa lagi siapa yah hhe.
Oh ya dirumah ibnu juga udah ada kak intan, sama kak niknik. Sampai disana langsung cari masjid untuk solat ashar. karena saking penuhnya di rumah ibnu, ngga memungkinkan solat disana. Jadi hanya liat sekilas dari luar kedalam rumah ibnu udah.. ingin segera balik kanan dan pergi lagi cari masjid terdekat. Yup, lansgung pamit dan minta diri untuk solat ashar di masjid.
Katanya kakak-kakak putranya sebagian dan beberapa sudah di masjid. Segeralah mencari jejak mereka, yang sebenernya ga keliatan sama sekali. Sore menghujan. Tapi tetep semangat cari masjid dipandu oleh kak hanaan. sempet nyasar, dan setelah bertanya ketemulah plang menuju masjid yang tak jauh dari tempat bertanya. Saat masuk sebuah gang disambut oleh dua ekor kucing yg hendak ber-tom-en-jerry. dividieo dng aksi mereka.
Skipp udah sampe masjid solat udah, kemudian kembali lagi ke rumah ibnu langsung deh ditawari makan. masuk kedalam dan waaa ada ikaaan.. :D makan deh bareng ibnu di tangga. sesekali jeprat jepret buat paparazi (proker media). sesekali aku yg dijepret karna katany memang mirip kucing lagi gerogotin tulang ikan.
Kemudian gegeroh bersama kak intan, kak niknik. Entah kenapa jadi ingin main air. Sebenernya ga tega juga sih kan banyak tuh kakak-kakak yg udah makan, otmatis piring kotornya menumpuk.
Kemudian katejar mengeluarkan beban berat yang selama ini dikandungnya. Taraaa hadiah yang dinanti-nantikan oleh ibnu! ada tas, ada tempat minum, kemudian ada apa lagi yaah? pokoknya banyaak hadiahnya. special buat ibnu. Ibnu seneng kakak-kakak pun begitu. Kemudian beberapa kakak-kakak pulang, termasuk yg nyarter angkot itu. mereka pulang via parompong, kalo aku itu yaa makin jauh lagi dong buat pulang. lagian cuci piring belum beres.
Sedikit lagi. kak intan minta diri pulang. Disitu ibnu keliatan sedih bgt, inginnya kak intan ngga pulang. tapi yaa mau gimana lagi da udah sore juga. Ibnu lekat memeluk kak intan, hug and kiss.. yap tepat sekali depan mataku. ka intan di peluk dan cium oleh ibnu. Begitu hangat terasa auranya. Akhirnya kak intan pulang, akulah yang menggendong ibnu untuk mengantarkan kak intan pulang bersama kak niknik.
Selepas tu eh ibnu jadi keenakan digendong olehku. Aku hanya berusaha mengalihkan kesedihan ibnu agar ceria kembali. bermain-main bersama saudara-saudaranya ibnu, ada karina, ada aa, dan ... (ada satu lagi teh siapa yah lupaa namanya). Awalnya jalan-jalan sekitar tempat motor-motor beberapa kakak yang masih ada di rumah ibnu. Kemudian beralih ke pencarian keong racun dan kodok. Ada banyaak sekali kodok, kemudian sodara karina jahil, menaruh keong racun di atas motor karizqi, sudah kularang eh tetap saja dia bersikukuh untuk jahil. Aku sendiri ga berani pegang keong racun itu.
Jahilnya sudah, kemudian beralh ke main banteng-bantengan! cape sebenarnya dan mereka anak-anak benar-benar tak ada capenya yahh.. Kak kypa pun turut ikut main banteng-bantengan. Udah sore, kak adel mau pulang. Sama seperti kepulangan kak intan, ternyata ibnupun tak mau aku pulang. Ibnu lekat memelukku yang tengah berdiri, kemudian aku setengah berjongkok, ibnu semakin erat memelukku, menatapku kemudian mencium pipi ku. huwaaaa serasa melayaang..
Terimakasih ibnu menjadikanku sebagai kakak yang disayang Ibnu. setelah kutanya ke bunda ibnu ternyata ibnu memang seperti itu. Love Hug and Kiss when he find someone to make him comfort...(ehh bener gak tuh inggrisnyaa??)
Kemudian ketika mentoring ketiga tiba, ya hari ini sempat berlari-lari berkeliling kejarkejaran bersama Ibnu bahkan saat aku jadi danlap pun ibnu masih saja mengajakku berputar-putar.. senangnya.. dekat dengan adik dan dicintai adik-adik..
Thank You Ibnu
Love You
0 comments:
Post a Comment