Monday, October 8, 2012

Yang Aku Cinta...

Posted by Gigikucing at 6:26 AM

Nafas tersenggal hosh hosh hosh .menaiki 72 anak tangga ternyata cukup buat kakiku menjadi lemas dan pegal. Aku harus tetap masuk kelas. Lumayanlah kali ini telat 60 menit!

Aku melihat kedalam ruangan kelas dari jendela kecil yang menempel di atas pintu bertuliskan R.402. Teman-teman sekelasku nampaknya serius memperthatikan Pak Arnold, dosen entrepreneurship.

Aku menelan ludah. Gentar tanganku mulai mengetuk
pintu.

"tok..tok..tok"
Pak Arnold memberi isyarat mempersilakanku masuk kelas.
"Assalamu'alaikum" kataku pelan.
Pak Arnold hanya melihat jam di tangan kanannya.
"Maaf pak saya terlambat" sambungku dengan segurat senyum malu-malu.
Serempak teman-temanku menyoraki ku "wuuuu..."

Aku melihat sebuah bangku kosong di barisan depan. Tanpa pikir panjang aku duduk di kursi itu. Segera aku melihat slide dari layar proyektor. Pada slide tersebut membahas tentang "Etika", etika ber-entrepreneur.

Ahh cocok sekali dengan keadaanku sekarang. Tentang etika, bukan etika entrepreneur. Tapi etika belajar-mengajar, bahwa aku tak boleh terlambat lagi.

30 menit terasa begitu cepat. Pikirku telah melayang jauh meninggalkan ruangan kelas ini. Ingin segera kembali kesana. Lamunanku dibuyarkan oleh kata-kata pak Arnold.

"baik absen kelilingnya dikumpulkan!" katanya.
"pak, saya boleh isi absen tidak?" tanyaku dengan suara pelan.
"Hmm..." terdiam sejenak sambil menatapku
"bagaimana pak?" tanyaku penuh harap
"Baiklah, tapi lain kali tidak boleh terlambat lagi, ingat minggu depan kuliah pukul 14.30" tegas Pak Arnold.

Aku menunduk sambil mengisi lembaran daftar hadir yang baru saja diberikan oleh Pak Arnold. Ingin rasanya segera keluar dari ruangan kelas ini. Beberapa menit kemudian Pak Arnold keluar, mata kuliah hari ini selesai sudah tepat pukul 16.30. "Minggu depan aku tidak boleh terlambat lagi! Harus on time!" kata hatiku.

Pikirku sudah melayang jauh untuk segera pergi meninggalkan kampus. Kembali ke Salman, untuk menyelesaikan pekerjaan yang aku tinggalkan sejenak. Tak pernah ada kata jenuh untukku melakukan pekerjaan ini. Karena aku melakukannya dengan sepenuh hati. Ada yang bilang "Ihh kamu nggak bosen yah terus melakukan pekerjaan kotor seperti itu??" Kata-kata itu teringat selalu. Tapi aku tak peduli.

Sejak kecil aku memang senang menggambar, melukis, dan disinilah aku masih bisa berekspresi maka di Salman adalah tempatnya. Salah satunya membuat media Hablay (lembaran kertas reuse yang digabungkan menjadi sebuah layar besar kemudian dilukis). Betapa senangnya ketika kuliah aku masih bisa berekspresi lewat hablay ini.

Pukul 17.00 aku tiba lagi di Salman. Kakak-kakak media yang tengah asik melukis hablay tampak kaget akan kedatanganku kembali, mungkin mereka kira aku tidak akan datang lagi. Desain gambar di kertas hablay sudah hampir sepenuhnya diwarnai oleh cat warna-warni. Sekarang tugasku tinggal penyelesaian akhir, memberi outline pada gambar dan selesai.

Adzan magrib berkumandang dari atas menara Masjid Salman terdengar begitu jelas. Memanggil hati-hati ini untuk segera mengingat-NYa. Kuas masih menempel di tanganku, sedikit lagi selesai. Adzan berhent berkumandang, hablay pun sudah jadi.


0 comments:

Post a Comment

 

Coretan Gigi Kucing Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea