Saturday, July 2, 2011

DO THE BEST (Part 2)

Posted by Gigikucing at 12:38 AM
(Love Story)
Hidupku hanya untuk belajar, cowok??? Mmmm tak ada lah dalam hidupku karena mengikuti jejak si teteh “pacaran adalah haram”, bukan berarti karena aku gemuk terus tidak ada yang naksir, ada kok yang naksir dan coba nembak.
Prinsipku dari SMA pacaran adalah haram,
aku percaya bahwa orang baik untuk orang baik jadi aku hanya berusaha menjadi anak baik dan orang sholeh
Sampai suatu hari ada seorang lelaki yang menelponku tentu saja aku kaget karena aku kenal dia tapi tidak begitu akrab, aku kenal dan sering bermain dengan teman-temannya tapi dengan dia??? aku tak pernah, ngobrol pun jarang, kalau ketemu paling cuma bilang hai atau salam tapi yang aku tahu dia kuliah sambil bekerja dia termasuk mahasiswa yang pintar di jurusannya (Teknik Mesin) dan teman se-kost ku banyak yang menyukainya dan bahkan ada yang berharap menjadi pasangannya, aku sih cuma kagum aja.
Tiba-tiba dia menelponku dan curhat padaku wow…tak curiga sedikitpun aku hanya mencoba memberi solusi dengan apa yang dia curhatkan.
Sejak saat itu kami jadi sering berkomunikasi dan saling sharing, wow dia memang pintar, kami tidak sejurusan tapi saya sering belajar darinya, kalau aku mau ujian aku minta diajarkan dan hebatnya dia dengan pinjem bukuku satu malam dan besoknya bisa mengajari aku, padahal materinya adalah pelajaran yang paling menakutkan di jurusan Matematika, Aljabar linier, analisis real, geometri aljabar, dan berkat bantuan dia aku sering mendapat nilai A padahal jarang lho pada pelajaran itu mahasiswa mendapatkan A apalagi Geoal kalau tidak salah Cuma dua orang (salah satunya aku) yang dapat A sampai-sampai aku diminta jadi asisten dosen. Dan sejak aku sering mendapatkan nilai A mulailah teman-temanku ada yang minta diajarkan oleh aku, padahal aku juga diajarin si dia.
Gini-gini juga aku seorang wanita yang mempunyai hati yang halus dan mulailah aku mencurigai dia, feellingku saat itu dia menyukaiku dan tanpa disadari aku pun menyukainya (saat itu memasuki semester 8)
Dalam hatiku berperang, aku yakin ini salah karena pacaran adalah haram tapi aku tak mau jauh darinya, akhirnya kami berkomitmen utk tidak bertemu biarlah kita bertemu kalau memang benar-benar sudah siap. Ternyata syetan lebih kuat kami melanggar komitmen itu, dan sering bertemu walaupun kami bertemu bukan kaya pacaran umumnya kami hanya belajar bareng di perpustakaan. Akhirnya sempat berfikir “Dia sebentar lagi wisuda dan karena dia pintar banyak sekali perusahaan yang menawarkan pekerjaan padanya, kenapa tidak menikah aja?”
Terus terang yang pertama mengajak menikah adalah saya karena saya takut berdosa kalau pacaran. Awalnya dia ragu karena belum bekerja dan takut tidak bisa menafkahi dan akhirnya dengan saling sharing kami pun memutuskan untuk menikah.
Kaget dan kecewa, saya tahu itu adalah yang dialami kedua orang tua kami, bagaimana bisa belum bekerja sudah mau nikah apalagi saya belum lulus sudah mau nikah padahal harapan mereka kami lulus dan bekerja untuk membantu semua beban mereka selama ini apalagi saya masih punya dua adik yang masih memerlukan biaya. Ya Alloh mereka kecewa yang kedua kalinya.
Tapi mereka memang orang tua yang baik walaupun berat akhirnya mereka merestui kami, dengan syarat saat itu kami menikah di KUA dan tidak ada pesta meriah katanya nanti aja kalau dah lulus dan mereka berharap kami jangan dulu punya anak sampai aku lulus dan bekerja.
Kami tidak memberi tahu siapapun termasuk teman-teman tapi pada hari H nya semua teman-teman datang ke rumahku yang kecil itu seperti ada pesta besar saja untung aja nasi cukup.
Aku tahu mereka kecewa dan untuk melaksanakan amanatnya kami pun memutuskan utk hidup tidak satu atap. Tapi ternyata tidak bisa, namanya juga pengantin baru. Selain itu biaya kontrak 2 buah lebih mahal ketimbang 1 apalagi saat itu suamiku memutuskan untuk mengambil S2 dan menolak tawaran perusahaan untuk bekerja padahal gajinya besar lho. Dan aku pun lagi butuh banyak biaya karena sedang mengerjakan tugas akhir. Tugas akhirku tertunda karena kehamilanku yang membuat aku harus bedrest, nggak ada makanan yang bisa masuk sampai aku turun 8 kg (inilah awal dari kelangsinganku). Bisa dikatakan aku belum siap dengan kehamilan ini karena takut mengecewakan orang tua lagi. Tapi anak adalah berkah itulah yang ibu saya katakan, kita tak boleh menolak rizki yang diamanatkan pada kita. Yah itulah ibuku yang selalu menghibur anaknya walaupun saya tahu dia kecewa berat dan khawatir atas kuliahku.
Dengan mengingatkan harapan orangtua aku berusaha terus DO THE BEST dan akhirnya luluslah aku dari ITB dengan IP 3,-sekian
Setelah lulus aku hanya menjadi ibu rumah tangga karena kehamilanku, aku tahu orang tua ku kecewa.
Anakku yang pertama adalah Muhammad Guntur Wirawan, Guntur adalah nama gunung di Garut dan gunung itu semuanya sangat bermanfaat bahkan debunya pun penyubur bagi tanah, dengan harapan anakku nantinya berguna buat semua orang dan agamanya.
Prinsip DO THE BEST tetap kuterapkan dalam rumah tanggaku, kucoba menjadi istri yang sholeh dan ibu yang baik buat suami dan anakku.
Anakku sudah 4 tahun, aku masih hanya seorang ibu rumah tangga dan akhirnya aku beranikan diri meminta ijin suamiku untuk bekerja demi orang tua ku dan subhanalloh dia memang suami yang baik dia mengijinkan aku bekerja dan dia sarankan menjadi seorang guru lalu dia mencarikan aku Akta Mengajar (semacam pendidikan untuk mendapatkan ijin menjadi guru karena aku bukan dari keguruan) dan sekolah aku di akta mengajar selama 8 bulan setiap sabtu dan minggu. Dan dengan sabar suamiku menjaga Guntur selama aku kuliah. Terima kasih ya Alloh, Engkau telah memberikan suami yang paling baik.
Setelah lulus dari akta ada pengumuman pembukaan CPNS baru di Koran dan utk kota Bandung hanya ada satu formasi untuk guru matematika, aku ragu untuk daftar peluangnya sangat kecil dan aku berniat daftar di garut saja karena formasinya lumayan banyak,
Tapi suami tidak mengijinkan, “kalau memang udah rizki bunda, pasti nggak akan kemana yang penting bunda berusaha dulu.” Kata suamiku.
Seperti biasa DO THE BEST saya belajar soal-soal CPNS tiap hari seperti waktu mau SPMB dan akhirnya dengan mudah aku dapat melewati test tersebut.
Dan suamiku benar kalau sudah rizkinya tidak akan kemana, dan ternyata formasi yang hanya satu orang itu adalah untukku. Banyak orang yang curiga aku nyogok padahal aku kan tidak punya kenalan pejabat di bandung ini, terus nyogok darimana uangnya, sekarang aja hanya cukup buat makan, suamiku kan masih S2.
Orangtuaku ikut bangga karena kini anaknya telah menjadi PNS kota Bandung.
Dan aku sangat bersyukur dengan suamiku yang baik itu, tak sedikit pun ia menganggu uang penghasilanku dia minta aku menyerahkan semuanya untuk membantu orang tua ku.
Pernah aku bertanya pada suamiku, kenapa dia memilihku, seorang wanita yang hitam, gemuk, tidak cantik, IP nya cuma 2,-sekian. Padahal banyak teman-temanku yang jauh lebih baik, lebih cantik dan lebih pintar dariku yang sangat mengaguminya. Dan jawaban suamiku saat aku bertanya????
Dia hanya mengatakan dua kata tapi cukup memuaskan buatku, dia hanya bilang “ITULAH CINTA”
Alhamdulillah ternyata aku di tempatkan di SMKN 7 Bandung, dekat dengan rumah. Mulailah aku masuk sekolah ini sebagai guru baru.
Bismillahirrohmanirrohim, cita-citaku sekarang dah terwujud I AM A TEACHER
DO THE BEST tetap saya terapkan selama menjadi guru.
Bagiku murid-muridku adalah adikku, temanku, sahabatku. Menjadi tanggung jawabku untuk membuat mereka mengerti dan jauh lebih baik dari gurunya. Pintar, bodoh, baik, atapun nakal mereka tetap muridku bukan untuk dimusuhi tapi untuk dibimbing. Kesannya muluk-muluk tapi aku jujur keluar dari hatiku paling dalam, aku tak mengharapkan mereka menyukaiku yang aku harapkan mereka menjadi lebih baik. Sukses di masa yang akan datang. Apapun kan kulakukan untuk membantu mereka.
Setahun sudah aku menjadi guru di SMKN 7 dan mungkin karena aku selalu DO THE BEST, tiba-tiba aku dipanggil oleh kepala sekolah untuk menjadi staf suatu wakil kepala sekolah.
Bangga, Kaget dan bingung.
Bagaimanapun juga aku seorang manusia biasa yang akan bangga kalau orang lain mempercayakan sesuatu padaku
Kaget karena jujur aku tak pernah mengejar karier atau kedudukan aku hanya ingin jadi guru saja, aku juga kaget aku kan baru setahun di SMKN 7 masih ada senior-senior yang mungkin dari dulu menginginkan jabatan itu.
Bingung, haruskah aku menerimanya, bagaimana dengan suamiku yang mengijinkan aku bekerja hanya sebagai guru saja, sekarang aja dia dah kaget karena ternyata di 7 tidak sesuai bayangannya. Dia mengira guru itu jam 12 dah pulang tapi ternyata di 7 jam kerjanya sampai jam 15.30. gimana kalau saya menjabat pasti akan sibuk lagi.
Bingung setengah mati, dalam hati bertanya-tanya betulkah saya diperlukan untuk kemajuan sekolah ini bukankah kemajuan sekolah berarti kebaikkan untuk murid-muridku.
Sampai akhirnya di rumah saya coba menjelaskannya kepada suami dan subahnalloh makin aku cinta…..dengan sikapmu….dia memang suami yang baik. Dia bertanya….
“Apakah bunda menginginkannya dan siap untuk melaksanakan tugas ini ?”
Dan aku jelaskan “Bunda tak pernah menginginkan suatu jabatan, bunda hanya ingin memberikan yang terbaik sebagai guru, jika menjadi staff itu salah satu tugas guru maka akan bunda kerjakan dengan baik DO THE BEST”
“Ayah tahu bunda bisa mengerjakannya dan ayah percaya bunda akan tetap menjadi istri ayah dan ibu dari anak-anakku”, itulah perkataan suamiku dan aku akan selalu membuktikan apa yang dikatakannya.
Alhamdulillah dapat ijin dari suami untuk menerima jabatan itu tapi ternyata masalah belum selesai, banyak sekali sindirin atau mungkim secara tidak langsung itu adalah hujatan dari yang senior ada yang bilang masa guru baru dah menjabat staff, dah bahkan ada yang menyangka ini adalah KKN karena ternyata aku dan kepala sekolah salembur nyaeta ti bayongbong Garut bahkan si Bapa kenal sama keluargaku dan khususnya Alm Ibuku.
Sempat sih mau mengundurkan diri tapi itu bukan solusi yang penting aku DO THE BEST aja lah.
Selama jadi staff aku berusaha menjalankan amanat ini sesuai dengan kemampuan yah prinsip DO THE BEST tetap kuterapkan dalam jabatan ini. Dan Alhamdulillah sindiran dan hujatan semakin berkurang.
Aku adalah manusia yang penuh dosa dan aku adalah hamba-Nya yang sangat lemah. Karena seringnya aku mendapat pujian baik dari kepala sekolah maupun dari pihak lainnya akhirnya tumbuhlah rasa sombong dalam hatiku (astagfirulloh) mulai tumbuh keinginan untuk membuktikan bahwa aku memang terbaik di sekolah itu, Here I am. Puncaknya terjadi saat akan pembagian raport semester 1 tahun pelajaran 2008-2009. Raport SMKN 7 yang pertama (dicetak sendiri).
Dan hasilnya, sangat kacauuuuuu! banyak data yang salah entry, banyak murid dan guru yang complain, belum suamiku juga complain karena aku telah melupakan kewajibannku sebagai ibu dan istri, aku terlalu mengejar pujian. Niatku telah dibelokkan dan hatiku telah dikuasai syaitan. Astagfirulloh, saat itu aku hanya bisa menangis dan menangis, aku malu kepada Kepala Sekolah, Suami dan lebih malu lagi kepada yang diatas. Tak ada yang patut saya banggakan karena segala puji hanya bagi Alloh SWT.
Kejadian tersebut saya jadikan pelajaran yang sangat berharga, kucoba kembalikan niat awalku bekerja yaitu untuk mendapatkan ridho-Nya dan untuk membantu orang tua, ingat bukan jabatan dan pujian.
Insya Alloh sekarang niatku telah lurus dan jangan sampai berbelok lagi karena sampai sekarang aku masih dipercaya di jabatan tersebut.
Semuanya terasa mudah bagiku, mulai dari aku kuliah, mendapat suami yang baik, anak-anak yang baik, bahkan pekerjaan sesuai dengan keinginan. Aku sangat bersyukur atas nikmat-MU ya Alloh.
Adikku masuk POLTEKES jurusan kebidanan, tentu saja memerlukan biaya yang cukup banyak walaupun aku selalu mengirim uang untuk keluarga di garut tapi tetap saja tidak cukup karena uang yang aku kirim masih dipakai untuk membayar utang-utang ortu bekas aku dan kakakku kuliah. Sementara mereka tetap membutuhkan uang untuk kehidupan sehari-hari apalagi adikku kuliah, akhirnya Ibuku nekad meninggalkan Bapa dan si kecil Ajeng, dia pergi ke Bandung untuk berjualan. Sakiiit hatiku melihat ibu, aku benar-benar merasa anak yang durhaka masih belum bisa membahagiakan orang tua. Ibuku berjualan masakan di kantornya kakak iparku, tiap pagi dia berangkat ke pasar, kemudian masak untuk di jual di kantor kakak ipar. Tekad ibuku, Yayu (adikku) tetap harus kuliah. Semampuku kubantu dia.
Ajeng adikku yang paling kecil yang seharusnya anak bungsu menjadi anak kesayangan mendapatkan semua kasih sayang malah ditinggal mamah di Garut, kasihan dia pasti sangat kesepian dan akhirnya aku putuskan untuk memasukan dia di SMP di bandung, aku bilang pada orangtuaku, Ajeng mulai sekarang menjadi tanggung jawabku, mereka tidak usah memikirkan biaya untuk Ajeng. Yah hanya itu yang bisa aku lakukan buat mereka.
Sebentar lagi Yayu lulus dan hutang ke bank sudah mau lunas akhirnya atas permintaan bapaku, mamah kembali ke garut. Sempat mereka membujuk Ajeng agar kembali ke Garut tapi dia tidak mau, dia tidak mau dan saya tidak tahu apa alasannya, memang adikku yang satu ini agak tertutup, mudah-mudahannya alassannya bukan karena dia marah sama ibuku yang telah meninggalkannya sejak dia di SD.
Dengan akan lulusnya yayu dan beresnya hutang ke bank, aku yakin kehidupan orangtuaku akan lebih baik lagi, uang yang tiap bulan aku kirim tidak akan lagi digunakan untuk membayar hutang ataupun membiaya kuliah adikku. Yayu pun pasti akan segera mendapatkan pekerjaan dan bahkan dia berencana akan bekerja di garut biar dpat mengurus orangtua. Yah aku mulai tenang dengan rencananya.
Tapi semuanya tidak sesuai rencana, sampai suatu hari bapaku menelepon katanya mamah sakit, sering pusing dan asmanya kambuh, dan katanya dah berobat ke dokter.
Selama seminggu aku telepon tiap hari tapi tidak perubahan, mamah masih sakit akhirnya aku teringat perkataan seniorku (Bu Hj. Iwa Pergiwati) yang pernah mengatakan dia puas telah merawat dan menjaga ibunya sebelum meninggal. Sementara aku kapan aku merawat dan menjaga dia???, akhirnya dengan ijin suami aku meninggalkan kelas dan langsung pergi ke garut, aku nekad ke garut karena setiap aku meminta dia ke berobat di Bandung, ibuku selalu menolak.
Sesampainya di garut orangtuaku kaget karena ada aku masih pakai baju seragam dan bawa mobil sendiri. Tanpa basa basi aku siapkan baju mereka berdua, aku bilang hari ini kita ke Bandung, mulai hari ini mamah dan bapa tinggal di rumahku sampai mamah sembuh. Mereka pun tak bisa menolak.
Keesokkan harinya aku bawa mamah ke dokter specialis, mulai dari specialis dalam, THT bahkan mata, karena ada gangguan pada matanya.

Sampai suatu hari keluarlah hasil CT SCAN dan dokter menyatakan mamahku kanker hidung stadium 3. Ya Alloh bukan main terkejutnya kami, KANKER penyakit yang susah diobati.
Kami hanya bisa menangis, menangis dan menangis sampai di rumah aku tak tahan memeluk mamah dan mengatakan maaf mah, karena kami tidak bisa membahagiakan mamah, kenapa di saat waktunya mamah memetik hasil dari semua yang mamah tanam selama ini, mamah malah sakit, kapan mamah bahagia dan dapat menikmatinya.
Tapi ibuku memang super women dia bilang siapa bilang mamah tidak pernah bahagia, selama ini mamahlah orang yang paling bahagia di dunia ini, mamah memiliki semuanya anak-anak yang sholeh, menantu yang sholeh, bahkan cucu-cucu yang baik. Itu dah cukup buat mamah. Malam itu menjadi malam penuh tangisan. Tapi ibuku selalu optimis bahwa dia akan sembuh.

Kami berusaha mencari pengobatan yang paling bagus buat mamah baik itu medis maupun tradisional, baik itu di Bandung maupun di luar Bandung, semuaya kami coba dan mamahku tetap optimis dia akan sembuh.

Selama mamah sakit, subhanalloh kami baru tahu betapa cintanya bapaku sama mamah, dengan sabar dia merawat mamah, kalian tahu bapaku adalah orang yang tak betah tinggal di rumah tapi saat itu dia tak pernah meninggalkan mamah di rumahku. Pokoknya baru kali ini saya bangga punya bapa seperti dia, saluuut sekali padanya mulai dari nyuapin, mandiin bahkan nyebokin bapalah yang melakukannya.

Manusia hanya bisa berusaha tapi Alloh lah menentukan, 27 Oktober 2009 jam 11-an saat aku sedang mengajar di kelas 2, telepon ku berbunyi dan saat ku angkat aku hanya mendengar tangisan Yayu dan Cuma bilang “k’in mamah, k’in mamah”, pirasat aku telah kehilangannya. Ku tinggalkan kelas dan langsung mencari ajeng dan teh rida, aku berusaha untuk tidak menangis karena aku tahu kakaku orangnya lemah gampang menangis apalagi adikku yang bungsu pasti akan sangat sedih. Kuberusaha untuk tegar padahal kakiku lemas bergetar, tapi kucoba tuk menenangkan diri karena aku harus menyetir sendiri ke rumah sakit. Sesampainya di kamar ibuku (RSAI) aku sudah tak bisa menahan tangisku saat aku lihat kain kafan telah menutupi seluruh tubuh ibuku, aku hanya bisa berteriak mamaaaaaah. Sementara kakaku dan adikku tak berani masuk kamar mereka hanya bisa menangis bahkan si teteh hamper saja pingsan.
Dia telah pergi mungkin ini yang terbaik untuknya, selesai sudah penderitaannya, saya yakin dia akan bahagia di akhirat nanti.
Tugasku sekarang adalah menjaga bapa dan adik-adikku terutama ajeng, akan kuberikan segalanya untuk dia, saya tidak mau dia merasa kekurangan apapun baik kasih sayang maupun materi. Dia harus lebih baik dariku, jika kakaknya hanya sebagai guru maka dia harus menjadi kepala sekolah, jika kakaknya hanya sebagai bidan maka dia harus menjadi dokter spesialis, pokoknya dia harus kebih baik dari kakak-kakaknya.

Aku hanya ingin berbagi dengan yang lain terutama murid-muridku. Jika kalian sekarang melihat ibu gurumu bisa sesukses ini, bawa mobil sendiri ke sekolah, mendapat jabatan di usia muda (cie ngakunya muda) semua itu tidak diperoleh dengan gratis butuh perjuangan.
Satu lagi kemiskinan bukan halangan kita untuk sukses.
Kalian tidak akan rugi dengan ilmu, karena dengan ilmulah kita dapat merubah kehidupan kita tentunya jauh lebih baik lagi.
Kegemukkan bukan kekurangan yang harus kita sesalkan justru jadikan semua itu menjadi kelebihan kita. Jadi buat yang gemuk2 jangan minder ya selama kita bisa DO THE BEST.
Niatkan segala yang kita kerjakan karena ALLOH SWT
Bagaimanapun keadaan orang tua kita, baik ataupun buruk mereka tetap orang tua kita yang tetap harus dihormati dijaga dan disayangi.
Doa anak sholehlah yang tidak akan terputus sampai akhirat nanti.
So DO THE BEST!!

Diangkat dari kisah nyata, kisah guruku, yang sangat super!!. Karena cerita itu banyak hikmah yang dapat diambil. Dan sangat membangun jiwa. Pokoknya “DO THE BEST!!”. Allah Selalu memberikan segala yang terbaik bagi Hamba-NYA yang beriman.

0 comments:

Post a Comment

 

Coretan Gigi Kucing Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea