Disini aku,
masih di kota Bandung. Tempatku terlahir ke dunia ini. Suatu sabtu siang aku
pergi kesana. Tempat yang membuat bibir ini tak henti mengucap kebesaran-Nya. Sungguh
ciptaan yang sempurna! Alam terhampar luas, hijau dimana-mana. Biru langit
terbentang terhias awan putih bergumpal. Hei mana rumahku?
Itu disana! Bagaikan titik-titik. Kecil sekali.
Itu disana! Bagaikan titik-titik. Kecil sekali.
Disini aku,
masih di kota Bandung. Padi hampir menguning berjejer rapih dalam serangkaian
terasering. Gemericik air terdengar berirama membuncah tawa bagi siapa saja
yang merasakan jernihnya air yang terus mengalir dari pancuran sebuah kakus
sederhana itu.
Kupu-kupu
putih mungil beterbangan. Buncah bahagia melihat kupu-kupu itu berkejaran satu
sama lain. Bunga-bunga bermekaran seakan berkata padaku “hai ! selamat datang
disini!”. klik! Aku hanya ambil sebuah gambar di kamera poketku. Tak pantas
rasanya jika keindahan bunga itu aku ambil dengan memetiknya. Maka berakhirlah
tugas si-bunga untuk tebarkan keindahan bagi siapa saja yang melihatnya. Maka aku
urung untuk memetiknya.
Ilalang-ilalang
bermekaran. Bunga putihnya melambai-lambai tersibak angin. Putiknya beterbangan
tersibak angin. Membuat tangan-tangan ini gatal untuk menebarkan putiknya. Fyuuhhh
aku tiupkan angin lembut dari mulutku. Bantu para putik beterbangan agar dapat
menyambung hidupnya.
Di manapun kamu
berada maka selalu ingatlah kebesaran Allah. Yang telah menciptakan indahnya
alam ini. Yang telah menciptakan sempurnanya seluruh jagad raya yang fana ini. Ini
hanya seujung jari saja keindahan yang bisa dinikmati memanjakan mata sungguh. Apalah
nanti surga-Nya kelak? Itulah sebaik-baik tempat kembali. Semoga Allah meridhoi
aku-kamu-dan kami sekalian untuk mendapatkan nikmat di surga-Nya kelak. Aamiin..
Kampung Sekejulang, Cimbuleuit, Bandung.

0 comments:
Post a Comment