Wednesday, July 31, 2013

Malam Itu di Jalan Asia-Afrika

Posted by Gigikucing at 2:44 AM
Hari ini adalah hari ke-19 puasa entah mengapa rasanya malas untuk pulang ke rumah. Sebenarnya rindu aku pulang ke rumah. Namun sepertinya tiada yang mengalahkan rinduku bertemu Nabi. Sejak awal puasa kita tak jumpa, rindu bercengkrama dengan Nabi. Akhirnya aku ikut ke
kosan Nabi. Ternyata Nabi tidak pulang ke kosan, tepatnya pulang ke asrama PPI (Pondok Prestatif Indonesia) di sadang serang.

Rasanya asing bagiku pertama kalinya kesini, namun semoga kedepannya tidak asing lagi. Mila, adik kelas 5 SD menyambutku di pertigaan gang mau masuk ke asrama putri. Turut mengantarkan aku dan Nabi ke asrama. Disana ada adik-adik PPI, tidak sebanyak yang aku bayangkan ternyata, ada sekitar 18 adik. Adik-adik Hebat!

Alhamdulillah hari ini dapat kiriman nasi yang lumayan banyak. Rencananya nasi tersebut akan dibagikan untuk anak-anak jalanan yang ada di sepanjang jalan Asia-Afrika. Berangkatlah kami kesana dengan mencarter sebuah angkot. Adik-adik PPI pun turut ikut dalam pembagian nasi bungkus ini. 


Ternyata Yumi pun ikuut! asiik, yumi dijemput di depan kebun binatang. Sayup-sayup mataku mulai tidak bersahabat.. jam-jamnya mengantuk memang. Saat itu sekitar pukul 21.00 WIB kurang lebih. 

Akhirnya sampai juga di jalan Asia Afirka. Disana aku termangu, terpaku pada orang orang yang tertidur di trotoar. Adapun yang masih duduk-duduk saja. Ada juga yang telah terlelap dibalik sarung kumal yang mereka pakai. Hanya beralaskan kardus dan koran. Miris.

Kami mulai turun dari angkot untuk membagi-bagikan nasi bungkus itu. Adik-adik PPI sangat bersemangat saat membagi-bagikan nasi bungkus itu. Bahagianya mereka dapa berbagi. Entah mengapa saat itu ada satu ayat yang terus terngiang-ngiang di telingaku "Fabiayyi alaa i rabbikumaa tukadzibaan", Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Sungguh aku bersyukur terlahir di keluarga yang berkecukupan, untuk makan tak susah, tempah tinggal yang layak, kebutuhan hidup terpenuhi. Alhamdulillah Ya Allah.

Sungguh speechles melihat masyarakat di tengah Kota Bandung ini masih banyak yang terlantar seperti mereka. apakah tidak terperhatikankah? mereka jelas adanya. begitu mendapat makanan nasi bungkus itu, mereka segera membuka dan memakannya. begitu lahap. mungkin entah berapa hari mereka tidak makan.

Itulah berkah Ramadan. Berbagi, sekecil apapun bersama mereka. Maka jangan selalu memandang ke atas, lihatlah lebih dekat, ternyata masih ada mereka yang hidupnya lebih sulit daripada kita. Ternyata mereka dekat dengan kehidupan kita. Hidup di trotoar pinggir jalan raya. Masih di Kota Bandung Heyy!!
kucing pun tertidur di emperan, namun itu sih biasa. Bagaimana dengan manusia? apa mau disamakan dengan kucing yang lucu sekalipun? tidur di emperan tak punya rumah tempat untuk tinggal.


1 comments:

Post a Comment

 

Coretan Gigi Kucing Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea