Tamu Kecoretan GigiKucing
Blog Archive
Translate this blog
Entri Populer
-
Sebenarnya ini bukan tulisan saya, pun ini bukan sebuah cerpen. Ini adalah sepucuk surat dari seorang akhwat (Perempuan) kepada seorang ikhw...
-
Di sebuah kota tentram bernama Bandung, hiduplah tiga sahabat kecil. Mereka disebut trio sundaers yang terdiri dari Sangkuriang, Kabaya...
-
Hasil Rontgen tangan kiri gigikucing di RSHS Saya tak melihat kak deni, ka tezar, kak cakra, dan dua orang pemuda yang telah menolon...
-
“Mama akan memberikanmu uang kalau kamu mau merubah sikapmu,” tegas mama yang sejak tadi masih duduk tenang di kursi ruang tamu. “Mah ...
-
“Kak, mau sampai kapan di PAS?” tanya seorang kakak padaku. “He? Kok nanya gitu?” jawabku sambil mendelik. “Iya ingin tahu aja, ...
-
Tangan kiri gigikucing Patah >_< Seperti biasanya hari selasa adalah jadwal mengajar les privat yang paling banyak yakni ketiga ...
-
Masjid Salman ITB Kenapa ya aku bisa ada di salman ITB? Takdir, ya takdir yang dimulai dari kesasarnya di Institut Teknologi Bandung (...
-
Aku pejamkan kedua mataku. Namun entah kenapa sosoknya justru semakin jelas terlihat. Senyumnya terkembang. Gigi gingsulnya melengkapi s...
-
Oleh: Neisa Andriana* Subuh yang sunyi. Si Tengah di rumah sepupunya, Si Bungsu saya biarkan lelap –semakin nyenyak bila tidur di ka...
-
Sebuah petualangan pemuda bahari selama dua puluh empat hari menyisakan kenangan-kenangan yang tak pernah terlupa. Betapa tidak? Karena i...
Thursday, August 1, 2013
Untuk Adikku Tersayang
Kemarin (16 Juni 2013), Tepat 15 tahun lalu, mamah berjuang sepenuh tenaga untuk sebuah nyawa. Sebuah amanah dari Allah untuk dijaga, dirawat, dan dibesarkan. Sejak itu, aku yang masih berumur 4 tahun mulai mandiri, melakukan semua
aktivitas tanpa dibantu mama, makan sendiri, mandi sendiri, hanya berangkat sekolah yang masih di antar bapa ku. Semoga engkau menjadi anak yang sholeh, anak yang berguna menjadi rahmatan lil'alamin. adikku tersayang...
Sungguh aku sayang padamu adikku. Yunita Ulfah, wanita cantik nan lemah lembut, semoga sebuah nama pemberian kedua orangtuaku itu menjadi sebuah doa yang sesuai dengan ahlak dan perilakumu kelak. Adikku sayang, engkau yang dulu sering ditimang dalam pangkuan mamah, kini semakin beranjak dewasa.
Bahkan tinggimu hampir menyusulku. Kini kau yang telah tumbuh, semoga seiring tumbuh badanmu pun begitu dengan imanmu. Semakin tumbuh dan termasuk golongan orang-orang yang beriman dan taqwa.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment