Saturday, June 2, 2012

Rumah PAS itu Terkunci, Sayang

Posted by Gigikucing at 3:06 PM

Tatkala tiba di kompleks masjid Salman ITB, aku terhenti di sederetan gedung kayu. Pada gedung kayu itu ada yang bertuliskan Salman Reading Corner dan DMK namun itu bukan tempat tujuanku. Aku lanjut berjalan kaki lagi kemudian
terhenti sejenak. Ku melihat kedalam sebuah ruangan. Disana ada anak tangga, ada tangga ke lantai atas, adapun tangga ke lantai bawah.

Di ujung tangga yang menuju ke lantai paling bawah itu ada sebuah pintu, bertuliskan KARISMA Salman ITB. Bukan, bukan itu pula tujuanku. Aku mencari sekre Pembinaan Anak-anak Salman (PAS) ITB.  Ketika aku masuk kedalam gedung kayu ini, ku disambut oleh sebuah rak sepatu berwarna putih di sebelah kananku.

Tampak disana tidak ada sepetu berserakan di lantai, adapun tertata rapih di rak enam tingkat itu. Didalamnya ada berbagai macam jenis sepatu, kebetulan ada satu ruang untuk menyimpan sepatuku. Ku simpan sepatuku.

Katanya sih ada di lantai 3 gedung kayu. Artinya aku harus menaiki tangga hingga tiba di lantai 3. Benar-benar gedung kayu, ketika kakiku menapaki anak tangga terdengar jelas suara hentakan kaki “duk duk duk”. Bak raksasa sedang berjalan diatas negri liliput. Tangganya jelas terbuat dari kayu, dilapisi karpet plastik berwarna coklat muda. Bahkan pegangan anak tangganya pun terbuat dari kayu.

Tibalah aku di lantai 2, disana ada sederet jendela yang mana aku bisa melihat area paving block depan gedung kayu. Aku lanjut lagi menaiki anak tangga. Belum sampai di lantai tiga, ada sebuah poster bertuliskan “Welkom to pembinaan anak-anak salman”. Artinya aku hampir sampai di sekre PAS. Kemudian aku lanjut lagi menaiki anak tangga.

Sesampainya di lantai 3, aku disambut oleh dua buah pintu. Pintu yang ada disebelah kananku berwarna putih, pada pintu itu ada sebuah poster bertuliskan “Film Me, My Sister and Muhammad Ali”. Sepertinya itu bukan sekre PAS. Ku lihat pintu yang ada di sebelah kiriku. Sebuah pintu warna-warni bertuliskan “PAS”, lalu diatas pintu itu ada tulisan warna-warni “Assalamu’alaikum”.

Ini pasti sekre PAS. sayangnya sekre ini sepi, pintunya terkunci oleh sebuah gembok berwarna kuning. Aku hanya bisa melihat sekre itu dari luar. Dari sela-sela jendela kayu yang berwarna kuning totol-totol orange, seperti warna leher jerapah.

Aku mengintip kedalam ruangan. Pada kayu penyangga atap berhiaskan sebuah tulisan “Rumah PAS ITB” di ujung kanan tulisan itu ada sebuah hiasan matahari yang tersenyum. Dalam rumah PAS itu ada dispenser beserta galonnya, ada aquarium, ada radio tape, ada televisi, ada printer, ada rak, ada lemari-lemari. Kesemuanya itu berjejer rapih dibawah jendela kaca.

Benar-benar seperti rumah! Ingin rasanya aku masuk kedalamnya, namun apadaya. Rumah PAS ini terkunci. Ya sudahlah aku menuruni tangga lagi, kini tujuanku adalah masjid Salman ITB. Masih ada waktu dhuha, saatnya shalat dhuha.

0 comments:

Post a Comment

 

Coretan Gigi Kucing Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea