Saya kecemplung di PAS karna kecelakaan. Kurang lebih satu
tahun yg lalu, waktu bulan Ramadhan 1432H di Salman ada Open House Unit (OHU).
Termasuk disana ada unit Pembinaan Anak-anak Salman (PAS). Tidak ada sedikitpun
saya
tertarik dengan unit itu. Entah mungkin karena saya tidak tahu betul untuk apa unit itu. Hingga pada suatu
hari, masih di bulan Ramadhan ku diajak oleh kak irfan (Kakak
PAS semester 48) untuk
menjadi fasilitator sanlat Ramadhan di Darul Hikam Internasional School (DHIS),
Lembang. Selama dua hari satu malam dan mendapat fee 100.000,00.
Celotehan-celotehan itu seperti memberikan energi positif kedalam diri ini. Semakin membuat saya semangat. Hasilnya taraa Tata's Rides jadi juara dua ! Alhamdulillah, kerja keras adik-adik terbayar sudah. walaupun bukan juara satu mereka senang. ya mereka senang pun begitu denganku. Ahh saya merindukan kalian.
Yah itulah yg buat saya tertarik, karena fee-nya itu.
Awalnya saya tidak tahu harus bagaimana, apa yang harus saya
lakukan saat menjadi fasilitator anak-anak Primary School itu?
Dijelaskanlah berdasarkan rundown kegiatannya. Walau belum terbayang,
namun saya ikuti
saja. Saat itu saya punya kenalan kakak-kakak PAS selain kak irfan
yaitu kak luluk, kak rere, kak zakiyah, kak veni, kak rizqi, kak rifqi, kak
romi.
Saya kebagian menjadi fasilitator adik putra
primary one dan primary two. Awalnya saya anggap mereka mudah diatur layaknya adik saya yang masih kelas
1 SD. Ternyata diluar dugaan, mereka sulit diatur! Seharusnya mereka membuat
kreatifitas diatas selembar karton, namun mereka lebih memilih bermain bola.
| Kelompok "BOLA" lagi baris, yang rapih yaa... |
Mereka bocah buat saya kesal setengah mati. Namun
di esok harinya mereka buat saya makin cinta. "Hai bocah sungguh ajaib tingkah polah kalian itu, buat saya rindukan kalian, rasanya tak ingin berpisah
dengan kalian"
Karna itulah saya
jatuh cinta. PAS menawarkan saya untuk bertemu selalu dengan bocah-bocah seperti mereka. Tata, Reki, Razes,
Tyo, Adit, Abdillah, Faiz, Dinan, nama-nama
itu sebenarnya sudah saya lupa, namun nama itu simpan dalam draft pesan saya. Wajah merekalah yang
takkan terlupa, terutama Tata, hay Tata’s Rider apakabarnya?
Hingga tiba lagi open
recrutment kakak pembina PAS ITB. Tentu saya segera mendaftar, menjadi calon kakak (cakar).
Saya kira ketika telah mendaftar itu
langsung jadi pembina layaknya kakak PAS yang saya kenal, ternyata bukan. Untuk menjadi kakak PAS
itu prosesnya paanjaang sekaleh. Saya harus magang organisasi, mabit, magang
mentoring, jadi Wali Adik di acara kemah alam, wawancara, dan outbond n
training(OBT).
Saya jalani semua dengan hati. Yah benarbenar
dengan hati yang ikhlas. Walau sempat beberapakali tidak ikut mentoring. Terhitung tiga kali saya
tidak mengikuti mentoring. Karena ada acara keluarga, karna ada kegiatan kampus. Sisanya saya selalu hadir. Jarak
dari rumah ke Salman tidak lagi menjadi masalah. Perjalanan yang memakan waktu
satu jam itu bukan lagi jadi masalah.
Entahlah saking semangatnya saya bangun pagi, pokoknya pukul 7 pagi itu harus sudah ada di Salman. Tentu saya harus berangkat dari
rumah minimal pukul 06.00 pagi.
…
Tak
terasa memang saat ini satu semester usai sudah. Ya semester 56 telah berakhir,
periode 29 telah usai sudah. Penutupan semester 56 pada tanggal 20 Mei lalu,
yang bertepatan dengan hari kebangkitan nasional adalah hari terakhir bertemu
adik-adik. bukan sebenarnya bukan yang terakhir, karena masih bisa berkunjung
ke rumah adik, untuk “Kunjungan Part II”.
Saya kembali membuka album
foto selama mentoring di semester 56. Tak pernah
terlewatkan. Semua kegiatan yang berhubungan dengan PAS pasti tak terlewatkan.
Apakah itu mentoring adik, mentoring keluar, kunjungan adik, makan-makan bareng
kakak PAS, sampai waktu lagi ngaji kakak (ngakak)-pun ada.
Album
pertama tentu saja ketika berada di Darul Hikam, Lembang. Wajah mereka bocah
sungguh takkan terlupa. Awal perjalanan naik angkot bareng fasilitator lainnya.
Sesampainya disana persiapan, berkenalan dengan adik adik. oh ya ada pengalaman
lucu saya ketika pengondisian adik
di lapang sepak bola.
| Tata's Rider, Reki, Dinan |
“Adik-adik” kata saya
“Siap!”
jawab semua adik-adik
“Adik-adik” kata saya lagi
“Siap!”
jawaban adik-adik semakin kompak
“Adik?” Tanya saya
Kemudian
semua hening… krik krik
Kakak-kakak fasilitator lainnya menertawakanku, hhe. Seharusnya “Siap??” lalu adik-adik akan menjawab “Allahuakbar”
Kakak-kakak
fasilitator lainnya menertawakan saya, hhe. Seharusnya saya berkata “Siap??” lalu
adik-adik akan menjawab “Allahuakbar”
Selain
itu masih banyak lagi kegiatan yang tak terlupakan ketika menjadi fasilitator sanlat itu seperti, membuat
kerajinan diatas karton, buka puasa dan sahur bersama, shalat dan tadarus
bersama, nonton film, berlomba-lomba mengumpulkan bintang, kontes robot.
Nah
saat kontes robot inilah saya merasakan begitu
dengan bocah-bocah itu. Betapa tidak? Mereka senang membuat
kreasi robot ini, apalai Tata, sebagai ketua kelompok dia ingin menjadi
robotnya, badannya kecil, sehingga mudah untuk di dandani dengan kostum robot
yang terbuat dari kardus bekas, tali, dus makanan.
Adik-adik bekerja sama dengan
saya, mudah sekali, mereka
dengan penuh semangat karena satu hal “Ingin menjadi Juara!”.
“Miss
ini kardusnya gunting yah”
“miss
ini buat topeng robotnya yah!”
Celotehan-celotehan itu seperti memberikan energi positif kedalam diri ini. Semakin membuat saya semangat. Hasilnya taraa Tata's Rides jadi juara dua ! Alhamdulillah, kerja keras adik-adik terbayar sudah. walaupun bukan juara satu mereka senang. ya mereka senang pun begitu denganku. Ahh saya merindukan kalian.
0 comments:
Post a Comment