Tuesday, February 14, 2012

Ketika Sabar Bersemi

Posted by Gigikucing at 12:53 PM
20111021
bunga kuning indah
Jumat pagi yang sejuk (menurutku) yang nyatanya di luar tampak berkumpulnya awan-awan hitam alias mendung. Alhamdulillah aku masih dipertemukan dengan hari jumat. Pagi hari aku tak lepas dari mukenaku, sampai 3 jam aku masih betah dengan mukena putih-hijauku.

Selepas subuh berjamaah dengan bapakku, aku pindah dari kamar shalat ke kamarku. Masih menggunakan mukena, dan tadinya mau tadarus, tapi si lepi menggodaku.
Hiduplah si lepi. Membereskan lagu-lagu yang pabalatak, ditemani playlist saya; matsurat pagi, asma’ul husna dan sederetan surat-surat juz Amma.

Selepas juz amma selesai aku melirik folder yang diberikan kak Ikhsan. Isinya tentang ceramah-ceramah Aa’Gym dan Ust. Yusuf Mansur. Subhanallah banyak sekali list ceramahnya, entah darimana si kakak dapet rekaman ceramah sebanyak itu. mataku terpikat pada judul ceramah yang dibawakan Aa’Gym, judulnya “Ikhlas”. Langsung aku play di winamp.

Tak lupa aku tulis apa yang aku dengarkan. Sekilas nih tentang ikhlas: Ikhlas itu tidak mengharapkan apapun selain hanya dari Allah. Jangan pernah bersandar kepada makhluk. Bersandarlah hanya kepada Allah. durasi ceramahnya singkat, padat berbobot selama 26.45 menit. Lalu aku juga mendengar ceramah-ceramah lain.
Tak terasa si detik-detik terus bergulir pada poros jam dinding kamarku. Udah jam 8 pagi geuning. Saatnya mandi, daan.. yaah melakukan aktivitas harian kaya biasa.

Jum’at itu seharusnya aku libur kuliah. Tapi aku mendapat SMS dari KM (Ketua Mahasiswa) kelas. Katanya hari ini aku harus ke kampus jam 1 siang, ngambil tugas jurnalistik yang udah di koreksi. Kalo pak KM kan haarus jumatan. Yaa mau gimana lagi, aku sebagai wakil KM itu ya harus bisa menggantikan KM. Tadinya aku nyuruh lagi ke orang lain yang nekost deket kampus, tapi dia tidak kunjung jua membalas SMS ku. Yaah tentunya karena aku sendiri tidak punya pulsa. Hehe.

Jadilah jum’at ini aku pergi ke kampus. Setelah shalat dzuhur aku berangkat. Alhamdulillah dapet ongkos dari mamah, jadi bisa beli pulsa di konter langganan. Seperti biasa aku naik angkot, tidak jauh dari tempat aku beli pulsa. Di tengah jalan aku kirim SMS ke pak KM bahwa aku sedang OTW ke kampus, tak lama kemudian ia membalas.

“Aul,.maaf,banget,pulang,lagi,ibunya ngga bener.....”

Maksudnya? Yah jadi tugasnya itu baru bisa di ambil nanti jam 4 sore.
Aku tarik nafas panjang. Fiuuuhhh...tenang tetap tenang Aulia Mulya Dewi. Terlintas di pikiranku:

Kiri -belum nyampe samsat ini, ya udah berarti tinggal nyebrang terus pulang lagi ke rumah.
Kanan -tapi kan sia-sia, kagok juga udah nyampe sini terus balik lagi. Ngapain pergi coba?
Kiri -tapi kaan mesti nunggu selama itukah?
Kanan –kan nanti disana bisa ke warnet dulu, cari tugas ato browsing2 apalah, oh ia kirimin CV tea.
Kiri – tapikan filenya ada di si lepi, kamu gak bawa lepi kan.
Kanan –iaa pokoknya kagok, udah terusin aja baca bukunya tetep ke kampus aja tungguin c ibu jurnalistik.

Oke deal, konflik batin dalam pikiranku terpecahkan. Aku tetap pergi, aku ikhlas. Yang penting aku bisa bertanya langsung sama c ibu. Sesampainya di kampus, aku langsung menuju tempat c ibu mengajar di R.404 alias lantai 4. Ayoo 66 anak tangga siap di daki. Awalnya semangat, makin lama naik tangganya makin lambat pula.

Betapa tidak? Dari perempatan Antapani sampai kampusku yang terletak di jl.sekolah internasional itu jalan kaki. Padahal si raja siang lagi gagah-gagahnya berkuasa di atas kepala. Tak heran keringat keluar dari sumber-sumber keringat di tubuhku. Alhamdulillah sampai juga di depan R.404. Terdengar jelas dari luar ruangan itu suara c ibu jurnalistik lagi menjelaskan.

Aku meminta pak KM untuk mengirimkan nomornya. Memberitahu bahwa aku ada di depan kelas. Saat itu aku duduk di anak tangga dengan kaki selonjor. Melepas letihku. Setelah kirim SMS ke c ibu, ternyata tak dibalas jua. Jelas lah c ibu lagi ngajar.

Baik, kalo gitu aku tidak hanya tinggal diam. Bukan berarti aku mengganggu mengajarnya c ibu. Aku naik lagi ke anak tangga lantai 5. Disanalah pusatnya perpustakaan kampus. Lumayan bercengkrama sama buku-buku disana. Sambil belajar juga. Entah berapa lama aku disana. Hingga akhirnya aku baru menyadari bahwa c ibu membalas SMSku. Terpaut 8menit sampai aku membalas SMSnya. Ternyata saat aku kembali ke R.404 kelas telah kosong.

Pasti c ibu ada di ruang dosen. Benar saja, berarti aku harus menuruni 66 anak tangga lagi. Sesampainya di ruang dosen, aku mendapati bu jurnalistik lagi memeriksa tugas itu. apa coba katanya?
“Tunggu sebentar ya, ini tinggal sedikit lagi ibu periksa”

Okee. Satu lagi aku menunggu di ruang tunggu. Hal itulah yang menyadarkanku bahwa hari ini Allah benar-benar mengujiku. Baik itu soal ke-Ikhlasan dan Ke-Sabaran. Sabar ada batasnya? Kata siapa? Kata orang yang ga sabaran aja kali ya. Tidak hanya diam, aku membaca buku lagi. Tidak lama kan meunggunya, hanya sebentar. Setelah itu aku menunjukkan tulisanku untuk segera dinilai. Ternyata masih banyak juga yang salah.

Tapi satu hal. Hari ini aku benar-benar mengerti apa yang di jelaskan. Apa yang salah dariku benar-benar diperbaikinya. Aku jadi merasa lagi ngedit tulisan bareng kak Irfan deh. Kata-katanya itu loohh yang langsung masuk otak bawah sadar. Alhamdulillah Ya Allah. tidak sia-sia aku datang ke kampus hari ini. yah karena aku percaya, semua tiada yang sia-sia pasti kan ada Hikmahnya.

Selesai ibu memeriksa tulisanku, yang mana tulisan itu termasuk tugas selanjutnya. Adzan ashar pun berkumandang. Alhamdulillah senaang. Melepas senangku di sebuah mushala dekat ruang BEM. Sepi yah ruangan itu sangat sepi, mulai dari tempat wudhu sampai mushalanya.

Pulang saatnya pulang. Aku berjalan kaki lagi sampai perempatan Antapani. Biasanya aku berjalan bareng Sarah. Tapi kini aku sendiri. Tidak, tidak sendiri Allah bersamaku. Bersama setiap langkahku, bersama setiap hembus nafasku. Setelah menyebrang jalan aku melihat pohon yang sedang bersemi, bunganya yang berwarna kuning, membuatku gatal untuk segera memfotonya. Sampailah aku di perempatan, angin berhembus melalui punggungku. Begitu segarnya mengalahkan keringat yang sejak tadi mengucur dari tubuhku. Daun daun keringpun berguguran terhempas angin seakan menyambutku.

Alhamdulillah Ya Allah ...indahnya hari ini...sebiru hati ini...karena damai yang dinanti..

0 comments:

Post a Comment

 

Coretan Gigi Kucing Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea