![]() |
| Keajaiban Sedekah |
Pada suatu hari hiduplah Reki. Ia adalah seorang yang sedang dirundung masalah bertubi-tubi. Bertapa tidak? Ia dililit hutang sampai 15juta. Siang itu Si Retenir datang menagih hutang kepada Reki. Namun apa daya Reki tidak punya uang barang seperakpun. lalu ia di beri toleransi lagi oleh Si Retenir.
“Cuma ada dua pilihan!” sentak Si Retenir itu.
Reki menunduk sambil bertanya, “Apa itu juragan?”
“Kau kosongkan rumah ini, atau saya yang memaksamu untuk mengosongkan rumah ini! dua hari lagi saya akan datang jam 10 pagi untuk mengambil uang 15 juta itu.”
Reki hanya terdiam seribu bahasa, lantas Si Retenir pergi meninggalkannya. Uang dari mana? 15juta itu bukan uang yang kecil. Lalu ia pamit kepada istrinya untuk
mencari uang. Bekerja apa saja deh yang penting halal, pikir Reki.
mencari uang. Bekerja apa saja deh yang penting halal, pikir Reki.
Reki mencari-cari, dimana ia dapat uang itu. ia datang ke sebuah proyek bangunan, menawarkan diri untuk bekerja. Sorenya ia langsung diberi upah sebesar 30ribu. Reki melihat selembar uang 10ribuan dan selembar 20ribuan itu dengan pasrah. Kalau besok dapet segini lagi ya mana cukup sampe 15juta?
Malam itu ia tidak pulang ke rumah. Kemanakah Reki? Ia benar-benar stress. Sehingga uang yang 30ribu itu ia belikan sebotol minuman keras. Untuk apa? Jelaslah ia mabuk. Kalau sudah mabuk apapun bisa dilakukan. Termasuk bermain perempuan jalang.
Di rumahnya Si istri mulai khawatir, kenapa Reki, suaminya, belum juga pulang. Keesokan paginya Si istri mendengar kabar bahwa suaminya itu semalam mabuk bersama perempuan jalang. Mendengar hal itu Si istri jelas marah besar kepada suaminya itu. Kalau sudah menyangkut soal perasaan seorang istri yang nurut sekalipun pada suaminya yang langsung terlintas di pikiran Si istri itu adalah ingin segera bercerai dengan suaminya.
Reki pulang ke rumahnya dengan wajah yang biasa-biasa saja. saat membuka pintu, istrinya sudah berdiri di depan pintu. Lantas Reki langsung memeluk istrinya itu. Namun istrinya berontak, ia tidak mau di peluk oleh Reki.
“kenapa sayang kau melepaskan pelukanku?” tanya Reki heran.
“kemana saja kau? 24jam lebih kau baru pulang!” Si istri balik bertanya.
“Oh itu..”
“Pokoknya besok temui mamah di pengadilan agama jam 2 Siang!” potong Si istri.
Reki terkaget, ia langsung duduk tersungkur di kaki istrinya.
“Maafkan saya istriku sayang, aku benar-benar khilaf”.
Si istri langsung membawa koper dari kamarnya bersama anak perempuannya.
“Saya mau pulang ke rumah ibu saya dengan Si putri, Si putra biar kau urus saja”.
Itulah pesan terakhir Si istri. Ia langsung pergi meninggalkan Reki yang maSih duduk tersungkur di ruang tamu. Lalu anak lelakinya Si putra datang menghampiri Reki ayahnya itu.
“Ayaah, besok putra tidak bisa sekolah. Soalnya bayaran sekolah udah 7 bulan nunggak,” keluh anaknya.
Reki hanya terdiam. Betapa tidak? Hati seorang ayah pasti merasa sakiit tidak bisa membiayai anaknya sekolah. Ia benar benar pasrah. Hingga terlintas di pikirannya untuk mengahiri hidupnya saja. ya Reki akan bunuh diri saja.
Setelah terdengar adzan isya, anaknya Si putra telah tertidur pulas. Reki memperSiapkan tali untuk ia gantung diri. Setelah itu ia menaiki kurSi. Saat tali itu akan diikatkan ke lehernya, ia berpikir lagi.
Eh, udah lama ga pernah solat. Solat dulu deh, yang terakhir sebelum aku mati.
Lalu ia turun dari kurSi, hendak menuju kamar kecil untuk mengambil wudhu. Cess...air wudhu itu serasa segar. Seakan mendinginkan pikirannya yang kalut. Pikirannya menjadi sedikit tenang.
Ini pertama kalinya aku merasakan air wudhu begitu menyejukkan hatiku.
Betapa tidak? Padahal yang dibasuh adalah wajahnya, tapi hatinya ikutan segar. Lalu Reki menggelar sajadah untuk ia solat. Dalam solatnya itu ia benar-benar khusyuk. Setelah salam tengok kanan tengok kiri, ia melihat Al-Quran.
Eh, ia udah lamaa juga ya gak pernah baca Al-Quran.
Reki mengambil Al-Quran itu, lalu membukanya. Halaman pertama yang ia buka adalah bertepatan dengan Surat Al-imran ayat 26-27. Ia terhanyut dalam bacaannya itu.
Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau Berikanlah kekuasaan kepada Siapapun yang Engkau kehendaki, dan Engkau Cabut kekuasaan dari Siapapun yang Engkau Kehendaki. Engkau muliakan Siapapun yang Engkau kehendaki, dan Engkau Hinakan Siapapun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau Masukkan Siang ke dalam malam dan Engkau masukkan Siang kedalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan Rezeki kepada Siapa yang Engkau Kehendaki tanpa perhitungan. ”
Setelah itu ia membuka lagi lembaran Al-Quran secara acak, terhenti di Surat Fathir ayat 1-2
Artinya: Segala puji bagi Allah pencipta langt dan Bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, maSing-maSing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Maha Kuasa atassegala sesuatu. Apa saja diantara rahmat Allah yang di anugerahkan kepada manuSia, makatidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yangDitahan-Nya, maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. dan Dia-lah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.
Air mata meleleh di pipinya. Entah kenapa ia merasa sedang dituntun oleh Tuhan-Nya. Ia ditunjukkan ayat-ayat-Nya yang luar biasa sangat cocok dengan keadaannya. Ia melanjutkan bacaannya menyelesaikan surat Fathir sampai selesai. Allah Maha Segalanya, ia kuasa mengubah segalanya baik itu dari Siang menjadi malam, dari hidup menjadi mati dari mati menjadi hidup. Akankah masalahnya selesai?
Kini Reki maSih terpasrah. Benar-benar pasrah. Ia mendekati anaknya yang kini tertidur pulas, ia memeluk dan mencium anaknya itu. Lalu Reki mengambil kunci rumah yang maSih menempel di gagang pintu. Ia meletakkan kunci itu di atas sajadah tempat ia solat. Ia juga meletakkan cincin pernikahannya di atas sajadah itu.
Ya Allah ini kunci rumahku, ini cincin pernikahanku. Jikalau memang aku sudah tak pantas memiliki ini semua aku pasrahkan kepadaMu lagi. Maafkan aku tak bisa menjaga semua titipanMu dengan baik. Apakah itu rumah ini, apakah itu istri, apakah itu anak-anakku. Wahai yang Maha membolak-balikan hati, ampunilah segala kesalahanku selama ini yang telah jauh dari-Mu. Ampuni aku Yaa Rabb...
Setelah doanya itu ia terlelap diatas sajadah tempat ia solat. Hingga ia terbangun lagi, karena mendengar shalawat-shalawat yang biasa di kumandangkan tiap masjid 30 menit menjelang adzan subuh. Ia melakukan tahajud 23 rakaat, alias 2 rakaat tahajud dan 3 rakaat witir. Di penghujung malamnya itu ia benar-benar berserah diri kepada Allah.
Sampai terdengar suara adzan subuh yang sangat menggetarkan kalbunya. Untuk kesekian lamanya ia tidak ke masjid. Kali ini ia melangkahkan kakinya ke masjid. Terakhir shalat subuh berjamaah di masjidnya itu yaa saat masa sekolah SMP, itupun karena ia diberi buku agenda ramadhan yang harus diiSi kolom ceramahnya. Ceramah ramadan itu biasa di sebut “Kuliah subuh”.
Seusai berjamaah ia segera pulang ke rumahnya, mengeluarkan barang berharga seperti TV, Radio, dan alat-alat elektronik lainnya. Ia memberikan semua itu kepada tetangga tetangganya yang tidak memiliki alat elektonik tersebut.
Lha buat apa semua ini? sebentar lagi rumah ini juga bukan milikku.
Jam 7 pagi ia telah kembali lagi ke rumahnya. Tiba-tiba ada seorang yang mengetuk pintu. Reki terkaget. Betapa tidak? bukankah Si Retenir itu akan datang jam 10 pagi? Rajin sekali Retenir itu menagih hutang, pikirnya.
Saat membuka pintu, ternyata yang datang adalah teman lamanya. Lantas Reki memperSilakan temannya itu untuk masuk ke rumahnya. Ia mengambil dua cangkir teh hangat untuk temannya dan untuknya.
“Begini lan, saya punya proyek pelelangan barang berat. Nah sepertinya kamu cocok buat ikut kerja sama,” ujar teman lamanya itu.
Jangankan bisnis, masalahnya saja sudah terlalu membuatnya kalut. Lantas Reki menolak tawaran itu. lalu terpikir di benak Reki,
“Eh, tapi bisa saja Sih, kalo sekarang ada 50juta saya mau deh ikuti tawaranmu itu,” sambung Reki.
“Wah kalo 50juta Sih tekor, tapi kalo 25juta sekarang pagi juga bisa langsung cair,” balas temannya itu.
Reki tersedak dengan teh panas yang sedang diseruputnya. Betapa tidak? Soal 50juta itu dia hanya bercanda. Lantas temannya menawarkan 25juta. Reki sempat tak percaya.
“Kau Serius?” tatap Reki lekat kepada temannya itu.
“Tentu, aku sangat butuh bantuanmu. Jadi bagaimana? Kau mau? Tapi kau harus ikut denganku ke luar kota,” ajak temannya itu.
“Baiklah kalau begitu aku setuju!” jawab Reki dengan senyum lebar mengembang di wajahnya.
Temannya pamit pulang, karena harus membawa uang 25juta itu. sungguh tak terduga. Allah benar-benar memberikannya suatu keajaiban! Hutangnya 15juta bisa terbayar LUNAS dalam hitungan jam! Satu hal lagi yang membuatnya tak terduga. Tak selang beberapa lama dari kepergian temannya, istrinya pulang.
Lantas Reki tersenyum lebar se-lebar lebarnya menyambut kedatangan istrinya. Yaa Siapa coba yang gak seneng. Hutangnya bisa kebayar terus istrinya yang ngajak cerai itu balik lagi ke rumahnya.
“Lho kenapa kau senyum-senyum seperti itu?” tanya istrinya dengan penuh keheranan.
“Sayang, Alhamdulillah bapak dapet rezeki 25juta! Hutang kita lunas, terus Sisanya yang 10juta kita bagi dua saja. 5juta untukku bekal kerja di luar kota, dan yang 5juta lagi untukmu dan anak-anak selama bapak pergi,” jelas Reki.
“I, iia pak,” jawab Si istri dengan sedikit tergagap.
Si istri sudah lupa akan gugatan cerainya. Masalah Reki semua beres. Hutang-hutangnya terbayar lunas, uang sekolah anaknya pun dapat terbayar lunas. Satu lagi, Reki tidak jadi cerai dengan istrinya. Setelah itu Reki mengajak istrinya untuk salat Dhuha bersama. Bersama istrinya itu mensyukuri nikmat-Nya yang tiada terduga datang kepada keluarganya.
Kun (Jadilah) Faya Kuun (Maka Terjadilah). Apapun mudah bagi Allah. Secara tidak sadar, ternyata Reki telah melakukan hal-hal yang disukai Allah. Walaupun awalnya sempat depreSi sampai minum minuman keras, bahkan berniat untuk bunuh diri. Namun Allah maSih sayang terhadap Reki. Menuntun Reki lewat Hidayah-Nya sehingga Reki pada malam itu benar-benar dekaat kepada Allah.
Apa Sih yang Reki lakukan? Pertama Shalat berjamaah di Masjid, Menyedekahkan barang-barang elektronik yang dicintainya, Melakukan Shalat malam, membaca Al-Quran, Berserah diri kepada Allah, dan Bersyukur atas Nikmat yang diberikan-Nya.
Ingatlah janji Allah “Satu langkah kau dekat padaKu maka seribu langkah ku dekat padamu. Kau datang padaKu dengan berjalan, aku datang padamu dengan Berlari”
Subhanallah...
Semoga bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya.

0 comments:
Post a Comment