Sebuah perjalanan tiada bertepi mengingatkanku bahwa aku "pernah kesini". Ya, tepat tiga tahun yang lalu aku pernah kesini, ke jalan ini, jalan yang sama saat aku mencari jati diriku yang sebenarnya. Sebenarnya sampai saat ini akupun masih mencari, selalu mencari dan selalu haus akan kebenaran ini itu. Bongkahan ingatan itu
terbuka lagi.
Saat itu aku masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Usiaku belum genap 17 tahun. Walaupun sudah memakai jilbab sejak kelas 4 SD, tetap saja aku masih belum sempurna dalam berjilbab. Jilbabku saat itu masih pendek, masih suka dibelit-belit ke leher, bahkan suka tipis dan kerudungnya nanggung. Bahkan lebih parah lagi pernah aku hanya memakai kerudung d sekolah, saat di rumah ataupun main bersama teman-temanku jilbabku entah terbang kemana.
Pencarian jatidiripun dimulai saat aku belum genap 17 tahun. Cinta, karena cinta-Nya lah aku temukan jati diriku yang sebenarnya. Sejatinya aku adalah seorang muslim, "Aku adalah seorang muslim sebelum menjadi yang lain" .
Hidayah itu Dia turunkan melalui perantara malaikat Jibril, melalui perantara manusia juga, sama sepertiku. Karenanya aku sadar, bahwa sesungguhnya Cinta yang sebenarnya adalah Cinta kita terhadap Allah. Cinta kita terhadap Rasulullah. Karena Allah dan Rasulullah telah buktikan cinta yang nyata kepada kita. cinta yang sebenar-benarnya cinta.
Sesuatu yang hilang pada akhirnya akan kembali kepada kita, dan kembali pada saat yang tak disangka-sangka, pada waktu yang tidak kita ketahui. Itulah Cinta sejati, ibarat jodoh, takkan lari kemana.
Tamu Kecoretan GigiKucing
Blog Archive
Translate this blog
Entri Populer
-
Sebenarnya ini bukan tulisan saya, pun ini bukan sebuah cerpen. Ini adalah sepucuk surat dari seorang akhwat (Perempuan) kepada seorang ikhw...
-
Di sebuah kota tentram bernama Bandung, hiduplah tiga sahabat kecil. Mereka disebut trio sundaers yang terdiri dari Sangkuriang, Kabaya...
-
Hasil Rontgen tangan kiri gigikucing di RSHS Saya tak melihat kak deni, ka tezar, kak cakra, dan dua orang pemuda yang telah menolon...
-
“Mama akan memberikanmu uang kalau kamu mau merubah sikapmu,” tegas mama yang sejak tadi masih duduk tenang di kursi ruang tamu. “Mah ...
-
“Kak, mau sampai kapan di PAS?” tanya seorang kakak padaku. “He? Kok nanya gitu?” jawabku sambil mendelik. “Iya ingin tahu aja, ...
-
Tangan kiri gigikucing Patah >_< Seperti biasanya hari selasa adalah jadwal mengajar les privat yang paling banyak yakni ketiga ...
-
Masjid Salman ITB Kenapa ya aku bisa ada di salman ITB? Takdir, ya takdir yang dimulai dari kesasarnya di Institut Teknologi Bandung (...
-
Aku pejamkan kedua mataku. Namun entah kenapa sosoknya justru semakin jelas terlihat. Senyumnya terkembang. Gigi gingsulnya melengkapi s...
-
Oleh: Neisa Andriana* Subuh yang sunyi. Si Tengah di rumah sepupunya, Si Bungsu saya biarkan lelap –semakin nyenyak bila tidur di ka...
-
Sebuah petualangan pemuda bahari selama dua puluh empat hari menyisakan kenangan-kenangan yang tak pernah terlupa. Betapa tidak? Karena i...
Tuesday, August 13, 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment