“Kaaak udah maleem hayu ke asramaa~” (saat itu waktu menunjukkan pukul 23.40)
Entah kalimat itu kata siapa yang jelas aku mendengar itu sayup-sayup saat akan menuju asrama putri seusai SU malam ini. Segerombolan kakak putri menuruni tangga besi itu menuju asrama di dekat masjid. Ternyata pintu gerbang masjid sudah digembok. Terpaksa kami para akhwat tangguh harus memanjat pagar tersebut.
Fyuuh tidak ada yang lihat kan? Akhirnya sampai juga di asrama. Nyamaan deh tempatnya ada kasurnya ada bantal guling bahkan boneka, selimut jika beruntung. Lalu ada seorang
kakak putri yang bilang “Kak Yaya masih di depan masjid! Katanya ga tau tempat asramanya!”
kakak putri yang bilang “Kak Yaya masih di depan masjid! Katanya ga tau tempat asramanya!”
Pantas saja aku tak tenang untuk tidur, segeralah aku ambil kerudung dan memakai rok. Hayuk siapa yang mau jemput kak Yaya?
Aku dan kak rina keluar asrama, disusul oleh kak mel. Akhirnya aku manjat pagar lagi. Tuk tuk tuk jalan jalan tengah malem. Sampailah aku dan kak mel di depan masjid. Ternyata kak Yaya ada disana dengan membawa toa dan infocus.
“Ayo kak langsung ke asrama!”
Ayo! Kita berjalan menuju tempat yang tadi. Aku sempat melihat wajah kaget kak yaya saat aku memanjat pagar untuk menuju asrama ini.
Ayo kak yaya naik! Dicoba deh..
"huwaaa gabisaa~" kata kak yaya
Ayoo cobain lagi!
"tetep gabisaa~ Udah ah saya tidur di masjid ajaa!" kata kak yaya lagi
"Ihh jangaan hayu enakan di asrama" kata kak mel
Kekeuh kak yaya ingin di masjid, eh ternyata masjidnya dikunci juga.
"Yaudah tidur di kelas yang tadi ajaa~"
"Ihh jangan jugaa yaudah kalo gitu aku temenin deh," kata kak mel
"Iya udah aku juga temenin deh," kataku
"Ehh jangaan kalian tidur di asrama ajaa biar saya sendiri!" kata kak yaya
"Gamau gatega ninggalin kak yaya sendirian" kataku
Akhirnya aku, kak yaya, dan kak mel menuju kelas. Sedangkan kak rina? Menunggu depan pagar, entah sampai kapan hha*
Sampai di kelas (tempat SU tadi) kak mel langsung ambil lapak untuk tidur. akupun demikian, tapi minum dulu dong, haus soalnya. Terus masih maksa kak yaya untuk tidur di asrama. Tetep aja susah.
Akhirnya kita mengobrol ngalor ngidul. Hingga akhirnya kak yaya bilang
“Eh kalo pintu yang dibawah dikunci gak yah? Perasaan tadi kak sandy bulak balik deh lewat situ”
“Wah iya gitu? Coba diliat dulu” kataku
Sementara itu kak mel telah tertidur, mungkin sudah masuk kea lam mimpi. Aku menuju keluar kelas, dari kelas lantai 3 itu terdengar suara pintu besi terbuka.
“kak yayaaa bisa kebukaa??” teriakku
“iyaah hayuu kesini” jawab ka yaya
Sementara itu aku bangunkan kak mel. Ayo kak kita ke asrama!
Akhirnyaa..
Saat itu kondisi kita, aku jalan pake sandal entah sandal punya siapa tanpa pake kaos kaki. Terus kak yaya cuma pake kaos kaki aja soalnya sandal kak yaya dipake kak rina, lebih parah lagi kak mel gapake apa-apa. Kita berjalan menuju asrama sambil ngakak tiada henti. Pokoknya malam ini konyol pisan deh..
jadiii daritadi kita manjat pagar buat apaa?? padahal ada pager yang ga kekunci cobaa...mutermuter maksa kak yaya buat ke asrama.. dihh ternyataa hhhaaa.. sepichless.. :D
*kurang lebih percakapannya seperti itu
0 comments:
Post a Comment